SEMUA TENTANG BATU EMPEDU | PENGERTIAN, GEJALA, PENYEBAB DAN PENGOBATAN ALAMI BATU EMPEDU

 

batu empedu

Apakah Anda pernah mengalami sakit perut yang melilit di sekitar uluhati ? sebagian besar orang mengganggap remeh dan beranggapan itu adalah penyakit maag. Tapi ternyata belum tentu itu maag…

Jangan anggap remeh! bisa jadi itu Batu Empedu , ingin tahu semua Tentang Batu Empedu, ??? Mari kita bahas satu- persatu tentang batu empedu…

Pengertian Batu Empedu ?

Batu empedu adalah batu yang berada di kandung empedu atau saluran empedu. Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak diperut sebelah kanan, dan tersembunyi di bawah hati. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Kandung empedu bisa menyimpan sekitar 0,4 liter empedu. Hati menghasilkan sekitar satu liter empedu setiap hari. Selama makan, kandung empedu akan berkontraksi (menciut) sehingga mengeluarkan sedikit cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin, seperti vitamin A, D, E, dan K. Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein, garam-garam kalsium, pigmen dan unsur lemak yang disebut kolesterol.

Sebagian dari empedu yang memasuki usus halus akan diteruskan dan dikeluarkan melalui feses. Ada tiga jenis batu empedu:

  • Batu campuran, batu jenis ini paling umum namun cenderung berukuran kecil dan dapat berkembang secara bersamaan, terdiri dari campuran kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak.
  • Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir saluran empedu. Jumlah batu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.
  • Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi karena penyakit.

Penyebab Batu Empedu

Berdasarkan jenis batu empedu, komponen kebanyakan batu empedu terbentuk dari kolesterol sementara sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan saluran empedu dalam kondisi normal. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu. Memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi batu empedu.

Gejala Batu Empedu

Sumbatan kronis batu empedu dapat menimbulkan penyakit kuning. Kelangkaan empedu untuk mencerna makanan menyebabkan gejala sakit perut disertai kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan. Air seni dan tinja berubah menjadi kecoklatan. Sendawa, mual, nyeri dan ketidaknyamanan di perut bagian kanan atas terutama dirasakan setelah mengonsumsi lemak dan sayuran tertentu seperti kubis, bayam, telur atau cokelat.

Batu empedu meningkatkan risiko infeksi. Bila itu terjadi, gejala khas infeksi berupa demam tinggi akan muncul, yang mungkin disertai penyakit kuning. Infeksi dapat terjadi di kandung empedu (kolesistitis), saluran empedu (kolangitis), darah (sepsis), atau pankreas (pankreatitis).

 

Faktor resiko Batu Empedu

1. Forty (40), Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala. lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun.

2. Female (Wanita), Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Pada wanita insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan pada pria hanya 0,6 per 1000. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang.

3. Fat (Obesitas/ kegemukan), Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk batu empedu.

4. Family (Faktor keturunan), Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) memiliki batu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapatkan batu empedu.

Penanganan

1. Obat- obatan / Pengobatan Alami Batu Empedu

Obat-obatan juga dapat digunakan untuk memecah batu empedu. Selain dapat memerangi kolik akut dan rasa nyeri. Pengobatan memerlukan setidaknya 6 sampai 12 bulan dan berhasil melarutkan batu pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan bila gejala ringan dan batu-batunya kecil.

2. Pembedahan

            Pasien dengan batu empedu yang sangat mengganggu mungkin harus menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya.

Tips untuk Anda

     Mencegah lebih Baik daripada Mengobati. Namun, jika Anda telah memiliki batu empedu, Anda perlu membatasi makanan berlemak dan memperbanyak makanan berserat, karena serat dapat mencegah pembentukan batu empedu lebih lanjut.

  • Diet sehat. Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan secara bertahap sangat penting untuk mencegah dan meminimalkan keluhan batu empedu. XAmslimmer, adalah solusi diet sehat tanpa efek samping. Tidak hanya  efektif untuk melangsingkan tubuh,tapi juga menyehatkan tubuh.
  • Stop Ngemil di malam hari. Makanan kecil sebelum tidur dapat menaikkan garam empedu dalam kandung empedu.
  • Ngopi (membiasakan minum kopi) dan makan kacang-kacangan. Selain berbagai manfaat lainnya, ada beberapa bukti bahwa kopi bisa mengurangi risiko mengembangkan batu empedu, setidaknya pada orang berusia 40 hingga 75 tahun. Dalam sebuah studi pengamatan yang melacak sekitar 46.000 dokter laki-laki selama 10 tahun, mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi berkafein setiap hari mengurangi risiko pengembangan batu empedu sampai 40%. Dalam studi lain, konsumsi kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya juga berhubungan dengan risiko yang lebih rendah untuk kolesistektomi. (American Journal of Clinical Nutrition vol 80, no. 1, hal 76-81).

Artikel terkait :

:: Carta Pengobatan Batu Empedu | Cara dan Tata Pengobatan Batu Empedu ::